nonton jjf part 4…(last)
George Clinton and the Funkadelic
Beranjak dari watanabe, the last of my journey, should be to watch someone performed at plenary hall, kayanya belum puas aja gitu kalau belum liat yang tampil di plenary, dihall segede gitu.
Seperti biasa, ngantri, dan gw sempet juga ketemu temennya temen ancur gw (Deni), yang namanya Haneu panggilannya ade (tapi gw lupa nama aslinya sapa..khikhi), dia berdua sama mantannya Deni.
Oiyah kita ngantri buat George Clinton. I’ve read on some article on the net, and crita punya crita, George Clinton ini salah satu pelopor aliran Funk, dan sepertinya beliau berasal dari State sana…Owkayy, Im not big fans of funk or funkadelic or whatsoever, malah saat itu gw gak jelas tau seperti apa itu funk. (kayanya turunan dari blues apa yach!???)
Pintu dibuka dan kita-kita yang mo nonton didepan stage lari udah kaya ga bakal kebagian tempat, padahal mah biasa aja kalee, orang bandnya aja masih soundcheck gitu. Oiyah disini gw sempet liat beberapa orang yang biasa kita sebut sebagai seleb. Gw liat Dian Sastro dan Iwa K, neng bahagia karena ternyata Dian lebih pendek dari dia, khikhi (yup, guys she’s rather pendek)..
Tirai pun dibuka, dan orang yang pertama kali mencuri perhatian adalah seorang lelaki 45 tahun berkulit gelap, rambut gibal, half naked, memakai kain yang dibalut seperti memakai popok. hihi, perutnya kemana-mana.dia pegang gitar, dan dia sepertinya lead vocal.
Sampai saat ini, gw hanya bisa menduga2 apakah dia yg george clinton atau dia cuman lead vocal band funkadelic, ah iya gw lupa bilang, mereka tampil dengan formasi: drummer (negro), basis (caucasian tapi rambutnya botak dan pk baju silat china), lead guitar (cewe caucasian tomboy yang berpenampilan seperti rocker), guitar (negro), 3 backing vocal (2 co negro, 1 ce caucasian berpakaian asian dan seksi :p).
Performance mereka keren kalau gw bilang dan gw mencoba menikmatinya, tapi jujur gw gak dapet feelnya, dan tentunya mungkin karena gak popish juga kali ya..hehe
tapiii,,seiring lagu-lagu dimainkan akhirnya gw bisa mengerti oh okay, jadi ini funk, agak – agak mirip rage again..sisanya gw gak tau mirip lagu siapa, tapi nadanya simple dan melodinya berulang-ulang..hihi, beginilah kalau orang bukan musisi sok ngerti musik dan berusaha ngejelasin..terlihat sotoy bukann?
Mereka sering banget minta kita untuk clapp, asli sering banget, mungkin ciri-ciri temponya funk kali yah. Ada satu lagu yang reffnya bener-bener banget keingetan sampe sekarang, klo gak salah linenya gini: “We want the funk, everybody get up the funk”. Gw liat neng badannya sih goyang aja menikmati, dian sastro juga tampaknya enjoy dengan dunianya sendiri.
Akhirnya dia lagu ke entah berapa tampillah seorang negro tua, 50-60an rambut putih gondrong, gendut, sampai sekarang pun gw cuman bisa berasumsi bahwa dia lah george clinton. Waktu dia nyanyi suaranya serekk banget, neng bilang sih mungkin karna udah tua kali ya..
Kesimpulan:
+: George clinton and funkadelic unik banget gw bilang. Walaupun bukan musik yang pas kekuping gw tapi gw bisa lah menikmati 1 2 lagu mereka. tapi gw merasa yah waktu mereka perform mereka ngebawainnya ngesoul banget sehingga gw yakin siapapun yang nonton gigs mereka pasti goyangin kaki dan badan mereka, dan nodding their heads.
-: Huhuy, gigs mereka kurang malem aja, gila, mulai jam 11 lebih, makanya mata udah pada sepet, which is hari itu merupakan hari yan melelahkan, jadi yah..kmaleman aja menurut gw sih..
Sampailah kira-kira lagu keenam mereka bawa dan mata gw tertuju pada nengku sayang, matanya udah kedip-kedip dan tubuhnya udah gontay, dan dia diemm ajah (hmm, klo udah diem ni anak udah pasti ngantuk berat).wah wah wah, kacaw, akhirnya gw memutuskan untuk pulang deh mengakhir petualangan gw di JJF 2008 ini..
Filed under: jalan-jalan | 1 Comment
Tags: java jazz 2008, JJF 2008, noel
wordpress
multiply
friendster
honey…sebuah progress yg bagus ! keep on working baby..sudah mulai kreatif,tp kurang nakal..kurang liar.. (kuda kaliii…)…